Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Pasangkayu Cetak Kader Pengawal Demokrasi dari Akar Rumput melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif

FOTO UTAMA

Pasangkayu, Bawaslu Kabupaten Pasangkayu – Komitmen memperkuat demokrasi yang partisipatif terus ditunjukkan Bawaslu Kabupaten Pasangkayu. Melalui kegiatan Diskusi Tatap Muka Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026, Bawaslu Pasangkayu berupaya mencetak kader-kader pengawal demokrasi dari akar rumput yang mampu menjadi mitra strategis dalam mengawal proses demokrasi menuju Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Bawaslu Kabupaten Pasangkayu pada Kamis (4/6/2026) tersebut dihadiri oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Pasangkayu, Harlywood Suly Junior, yang juga menjabat sebagai Koordinator Divisi SDM, Organisasi, Diklat, Data dan Informasi. Turut mendampingi, Anggota Bawaslu Kabupaten Pasangkayu Moh. Fajar Purnomo selaku Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas (HP2H), serta Darmawan, S.H selaku Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pasangkayu Sarwan, S.E, bersama jajaran Staf PNS, PPNPNS Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pasangkayu. Sebanyak 18 peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) mengikuti kegiatan dengan penuh antusias sebagai bagian dari proses penguatan kapasitas pengawasan partisipatif di daerah.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Pasangkayu, Harlywood Suly Junior, menegaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan fondasi penting dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas. Menurutnya, keberhasilan pengawasan pemilu tidak hanya bergantung pada lembaga pengawas, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga integritas demokrasi.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan pengawasan partisipatif bukanlah hal baru di Kabupaten Pasangkayu. Selama ini, Bawaslu Pasangkayu secara konsisten melibatkan mahasiswa, organisasi kepemudaan, komunitas masyarakat, hingga kelompok rentan dalam berbagai forum diskusi dan pendidikan demokrasi. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang tersebut menjadi bukti bahwa semangat menjaga demokrasi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Pengawasan partisipatif itu terdengar sederhana, tetapi implementasinya tidak mudah karena membutuhkan kemauan, kepedulian, dan kesadaran masyarakat. Bawaslu tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan dukungan masyarakat untuk bersama-sama mengawal demokrasi agar tetap jujur, adil, dan berintegritas,” ujar Harly.

Lebih lanjut, Harly menekankan bahwa kegiatan diskusi tatap muka ini menjadi ruang penguatan pemahaman peserta terhadap berbagai materi pengawasan partisipatif yang telah dipelajari sebelumnya. Ia juga mengingatkan pentingnya membangun kesadaran kolektif untuk menolak politik uang, penyebaran informasi hoaks, serta berbagai bentuk pelanggaran yang dapat merusak kualitas demokrasi.

Menurutnya, tantangan demokrasi ke depan semakin kompleks sehingga diperlukan kader-kader pengawas partisipatif yang tidak hanya memahami aturan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Melalui pendidikan ini, peserta diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan Bawaslu dalam menyebarkan nilai-nilai demokrasi dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.

“Kalau ingin memanen demokrasi yang baik pada tahun 2029, maka bibitnya harus ditanam mulai sekarang. Kader-kader pengawas partisipatif inilah yang kami harapkan menjadi penggerak, pelopor, sekaligus penjaga demokrasi di tengah masyarakat,” tegasnya.

Melalui kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 ini, Bawaslu Kabupaten Pasangkayu berharap lahir kader-kader pengawas yang memiliki kepedulian tinggi terhadap demokrasi, mampu mendeteksi potensi pelanggaran sejak dini, serta aktif mengedukasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam menciptakan pemilu yang demokratis, berintegritas, dan bermartabat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Bawaslu Kabupaten Pasangkayu dalam memperluas partisipasi masyarakat dan memperkuat budaya pengawasan partisipatif sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga kualitas demokrasi di Kabupaten Pasangkayu.

Penulis/Editor: Muhammad Mujahidin Syarifuddin
Dokumentasi: Trivena

 

1
2
3
4
5
6