Bawaslu Pasangkayu Hadir di Dunia Pendidikan, MAN 1 Pasangkayu Dukung Penguatan Demokrasi
|
Pasangkayu, 24 Februari 2026 - Komitmen memperkuat demokrasi terus digelorakan oleh Bawaslu Kabupaten Pasangkayu melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi yang dilaksanakan di MAN 1 Pasangkayu pada pukul 10.00 WITA. Kegiatan ini disambut terbuka oleh Kepala MAN 1 Pasangkayu, Baharuddin, H. S.Ag., M.Pd., beserta jajaran guru dan tenaga kependidikan.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Pasangkayu, Moh. Fajar Purnomo selaku Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas, serta turut dihadiri oleh Koordinator Sekretariat Sarwan, S.E., bersama jajaran staf sekretariat.
Dalam suasana dialogis, Moh. Fajar Purnomo menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga pengawas pemilu dan institusi pendidikan dalam membangun budaya demokrasi yang sehat. Ia menyampaikan bahwa sekolah dan madrasah merupakan ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai integritas, kejujuran, serta kesadaran politik yang cerdas sejak dini.
Dari perspektif seorang kepala madrasah sekaligus praktisi pendidikan, Baharuddin memandang keberadaan Bawaslu sebagai benteng netralitas dan instrumen edukasi politik yang sangat relevan dengan dunia pendidikan.
Ia menyampaikan beberapa poin penting:
Pertama, sebagai Penjaga Netralitas ASN.
Menurutnya, Bawaslu memiliki peran vital dalam memastikan guru dan staf yang berstatus Aparatur Sipil Negara tetap menjaga netralitas. Hal ini menjadi kunci agar lingkungan madrasah tidak terpolarisasi oleh kepentingan politik praktis yang berpotensi mengganggu proses belajar mengajar.
Kedua, sebagai Mitra Pendidikan Pemilih Pemula.
Bawaslu dinilai sebagai mitra strategis dalam memberikan literasi demokrasi kepada siswa-siswi yang merupakan pemilih pemula. Melalui sosialisasi dan edukasi, para siswa dibekali pemahaman tentang hak politik mereka, sekaligus diedukasi mengenai bahaya politik uang, hoaks, serta pentingnya menjaga integritas dalam setiap proses demokrasi.
Ketiga, sebagai Penjamin Kondusivitas Wilayah.
Sebagai pimpinan unit kerja di tengah masyarakat, Kepala Madrasah merasa terbantu dengan kehadiran dan kinerja Bawaslu yang efektif. Pengawasan yang optimal diyakini mampu mencegah potensi konflik horizontal di sekitar lingkungan madrasah selama tahapan kampanye, sehingga keamanan dan kenyamanan proses pendidikan tetap terjaga.
“Bagi kami, Bawaslu adalah wasit yang memastikan nilai-nilai integritas yang kami ajarkan di kelas juga dipraktikkan secara nyata dalam kehidupan bernegara,” ungkap Baharuddin.
Kegiatan konsolidasi ini menjadi bukti nyata bahwa penguatan demokrasi bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu semata, tetapi juga membutuhkan dukungan dan sinergi dari dunia pendidikan. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan generasi muda Pasangkayu tumbuh sebagai pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas dalam setiap momentum demokrasi.
Penulis: Muhammad Mujahidin
Editor: Muhammad Mujahidin