Bawaslu Pasangkayu Konsolidasi Demokrasi Bersama WHDI, Bahas Politik Identitas dari Perspektif Perempuan Bali
|
Pasangkayu, 19 Februari 2026 – Dalam upaya memperkuat nilai-nilai demokrasi yang inklusif dan berkeadilan, Bawaslu Kabupaten Pasangkayu melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi dengan berdiskusi bersama Pengurus WHDI Kabupaten Pasangkayu di Desa Gunung Sari, Kecamatan Pasangkayu. Kegiatan ini berlangsung di Kelurahan Martajaya dan dihadiri oleh Anggota Bawaslu Pasangkayu Moh. Fajar Purnomo, Koordinator Sekretariat Sarwan, S.E., serta jajaran staf sekretariat.
Mengangkat tema “Pandangan Kaum Minoritas seperti Wanita Suku Bali di Desa Gunung Sari Kecamatan Pasangkayu terhadap Politik Identitas pada Pemilu dan Pilkada”, diskusi berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Forum ini menjadi ruang dialog terbuka antara penyelenggara pengawas pemilu dan kelompok perempuan dari komunitas minoritas untuk membahas dinamika politik identitas yang kerap muncul dalam setiap kontestasi demokrasi.
Dalam penyampaiannya, Moh. Fajar Purnomo menegaskan bahwa demokrasi yang sehat harus menjunjung tinggi kesetaraan dan tidak memberi ruang pada praktik politik identitas yang berpotensi memecah belah masyarakat. Ia menekankan bahwa seluruh elemen masyarakat, termasuk kelompok minoritas, memiliki hak dan peran strategis dalam menjaga kualitas Pemilu dan Pilkada agar tetap bermartabat.
“Perspektif perempuan, khususnya dari komunitas minoritas seperti wanita suku Bali di Desa Gunung Sari, sangat penting untuk kita dengarkan. Demokrasi yang kuat lahir dari keberagaman yang dihargai, bukan dari perbedaan yang dipertentangkan,” ujarnya.
Para pengurus WHDI Kabupaten Pasangkayu turut menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka terkait dinamika sosial-politik di tingkat desa. Mereka berharap proses Pemilu dan Pilkada ke depan semakin inklusif, bebas dari narasi yang mengarah pada polarisasi berbasis identitas suku, agama, maupun golongan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Bawaslu Kabupaten Pasangkayu dalam membangun kesadaran politik masyarakat melalui pendekatan dialogis dan partisipatif. Melalui konsolidasi demokrasi yang menyasar kelompok perempuan dan komunitas minoritas, Bawaslu ingin memastikan bahwa pengawasan partisipatif dapat tumbuh dari seluruh lapisan masyarakat.
Diskusi diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga persatuan dan memperkuat literasi politik yang sehat menjelang tahapan Pemilu dan Pilkada mendatang. Bawaslu Pasangkayu berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan sebagai langkah preventif dalam mencegah potensi pelanggaran serta meminimalisir dampak negatif politik identitas di tengah masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan keberagaman, konsolidasi ini menjadi bukti bahwa demokrasi bukan hanya tentang memilih, tetapi juga tentang merawat harmoni sosial dalam bingkai persatuan.
Penulis : Muhammad Mujahidin Syarifuddin
Editor : Muhammad Mujahidin Syarifuddin