Rapat Pleno Internal Bawaslu Pasangkayu: Perkuat Kinerja, Matangkan Strategi Pengawasan Pemilu 2026
|
Pasangkayu, 15 April 2026 – Suasana serius namun penuh semangat mewarnai pelaksanaan Rapat Pleno Rutin Internal Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pasangkayu yang digelar di ruang rapat kantor setempat, Rabu (15/4). Rapat yang dilaksanakan secara berkala setiap hari Rabu ini menjadi forum strategis dalam mengevaluasi kinerja sekaligus merumuskan langkah konkret pengawasan ke depan.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Koordinator Sekretariat, Sarwan, S.E serta Darmawan, S.H. (Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa) dan hadir via Zoom Meeting Ketua Bawaslu Pasangkayu, Harlywood Suly Junior, yang juga menjabat sebagai Koordinator Divisi SDM, Organisasi, Diklat, Data dan Informasi. Turut hadir melalui media Zoom Meting Anggota Bawaslu Pasangkayu, Moh. Fajar Purnomo (Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas/HP2H), Rapat juga diikuti bersama jajaran staf PNS, PPNPNS, dan CPNS.
Dalam arahannya, Moh. Fajar Purnomo menyoroti pentingnya optimalisasi agenda pencegahan. Ia menyampaikan bahwa format pencegahan yang telah berjalan sudah cukup baik, namun masih perlu dimaksimalkan mengingat masih tersedia waktu untuk penambahan data dan unggahan. Ia juga mengingatkan agar laporan pengawasan PDPB dan Laporan Hasil Pengawasan di KPU segera dituntaskan, sehingga ketika diminta oleh Bawaslu Provinsi, seluruh data telah siap tanpa menimbulkan kepanikan di saat tenggat waktu.
Lebih lanjut, Fajar menekankan pentingnya ketelitian dalam pengawasan data pemilih, khususnya terkait masih adanya 1.053 data pemilih yang telah dihapus namun tetap tercantum. Ia juga mengarahkan agar uji petik ke depan difokuskan pada data pemilih yang telah meninggal dunia. Tak hanya itu, ia turut mendorong langkah strategis dalam penguatan partisipasi masyarakat, termasuk usulan perpanjangan SK Saka Adhyasta (Pramuka) serta pelaksanaan kegiatan pengawasan partisipatif di luar kantor. Bahkan, ia menekankan pentingnya konsolidasi demokrasi hingga menyasar pelajar tingkat SMP sebagai calon pemilih pemula.
Sementara itu, Darmawan menyoroti keterbatasan anggaran yang menjadi tantangan dalam pelaksanaan kegiatan pengawasan. Ia menyayangkan adanya penarikan anggaran oleh pusat, mengingat kebutuhan operasional di lapangan yang cukup tinggi. Namun demikian, ia tetap mendorong langkah-langkah strategis, seperti koordinasi bersama KPU dan Disdukcapil serta penyusunan himbauan bagi pemilih yang masih terdaftar secara tidak akurat.
Terkait uji petik, Darmawan menyarankan agar sisa anggaran yang ada dimanfaatkan secara efektif, termasuk untuk kebutuhan bahan bakar staf di lapangan. Ia juga menekankan agar metode uji petik dilakukan langsung ke kantor desa guna memperoleh data kependudukan terbaru yang lebih valid.
Di sisi lain, Ketua Bawaslu Pasangkayu, Harlywood Suly Junior, memberikan sejumlah arahan tegas yang menitikberatkan pada efektivitas pelaksanaan program. Ia menegaskan bahwa kegiatan “Jumat Sehati” harus tetap dilaksanakan sesuai dengan esensi namanya, yakni hanya pada hari Jumat. Ia juga menekankan pentingnya pelaporan hasil pengawasan PDPB secara resmi ke tingkat provinsi melalui mekanisme surat menyurat.
Dalam hal pelaksanaan uji petik, Harlywood mengarahkan agar setiap personel bertanggung jawab pada satu desa, guna menghindari penumpukan di satu lokasi. Ia juga mengingatkan pentingnya dukungan transportasi yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran.
Lebih jauh, ia menyoroti salah satu tantangan internal lembaga, yakni minimnya eksekutor dalam menjalankan program kerja. Menurutnya, masih banyak agenda yang tertunda karena menunggu kehadiran pimpinan. Ia pun mendorong seluruh jajaran untuk lebih proaktif dan berani mengambil peran dalam mengeksekusi setiap rencana kerja.
Tak hanya itu, Harlywood juga memberikan gagasan terkait pelaksanaan tausiyah rutin yang dinilai lebih efektif jika tetap dilaksanakan pada hari Jumat melalui platform daring, mengingat kebijakan work from home (WFH). Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk menjaga kebersihan kantor melalui kegiatan gotong royong yang dilaksanakan setiap bulan.
Menutup arahannya, ia menekankan pentingnya program Pojok Pengawasan Partisipatif sebagai sarana edukasi masyarakat. Ia mendorong agar program tersebut segera ditentukan waktu dan pelaksanaannya secara langsung, dengan tujuan utama meningkatkan kesadaran dan partisipasi publik dalam pengawasan pemilu.
Rapat pleno ini menjadi bukti nyata komitmen Bawaslu Pasangkayu dalam memperkuat kinerja, meningkatkan koordinasi, serta memastikan setiap program pengawasan berjalan efektif dan tepat sasaran. Dengan semangat kolaborasi dan eksekusi yang lebih kuat, Bawaslu Pasangkayu optimis mampu menjaga kualitas demokrasi yang lebih baik di masa mendatang.
Penulis : Muhammad Mujahidin Syarifuddin/Muhammad Rezky Abyanto
Editor: Muhammad Mujahidin Syarifuddin