Penuh Khidmat, Bawaslu Pasangkayu Kumandangkan dan Menyanyikan Lagu “Garuda Pancasila” Dipimpin Darmawan
|
Pasangkayu, 5 November 2025 – Suasana penuh khidmat menyelimuti Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pasangkayu pada Selasa pagi. Tepat pukul 10.00 Wita, alunan lagu “Garuda Pancasila” bergema dengan penuh wibawa, dipimpin langsung oleh Anggota Bawaslu Pasangkayu, Darmawan. dan dihadiri oleh staf PNS, PPNPN, hingga CPNS sekretariat berdiri tegap dalam sikap sempurna, menyanyikan lagu kebangsaan tersebut dengan rasa bangga dan semangat persatuan yang menggelora.
Nada demi nada yang berkumandang seolah menembus ruang hati, menghadirkan rasa cinta tanah air dan tekad menjaga keutuhan bangsa. Bagi keluarga besar Bawaslu Pasangkayu, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi juga bentuk nyata penghormatan terhadap jati diri bangsa serta penguatan nilai-nilai nasionalisme di lingkungan kerja.
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bawaslu RI Nomor 30 Tahun 2025 tentang kewajiban memperdengarkan dan menyanyikan lagu kebangsaan serta Mars Bawaslu di seluruh jajaran Bawaslu se-Indonesia. Berdasarkan ketentuan tersebut, lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan setiap Senin dan Kamis, lagu nasional setiap Selasa dan Jumat, serta Mars Bawaslu setiap Rabu.
Momentum ini menjadi simbol komitmen Bawaslu Pasangkayu dalam membumikan semangat nasionalisme di tengah rutinitas kerja. Dengan langkah tegap dan suara lantang, seluruh jajaran menunjukkan bahwa menjaga demokrasi tidak hanya melalui pengawasan pemilu, tetapi juga melalui penanaman nilai-nilai luhur kebangsaan dalam keseharian.
Kegiatan berlangsung dengan penuh kekeluargaan dan antusiasme. Senyum tulus terpancar dari setiap wajah, menandakan kebanggaan menjadi bagian dari lembaga yang tidak hanya menjunjung profesionalitas, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta tanah air di setiap langkah pengabdian.
Dengan konsistensi menjalankan kegiatan ini, Bawaslu Pasangkayu menegaskan perannya sebagai lembaga yang tidak hanya mengawal tegaknya demokrasi, tetapi juga menjadi pelopor dalam memperkuat karakter kebangsaan di lingkungan birokrasi.
Penulis: Muhammad Mujahidin Syarifuddin
Editor: Muhammad Mujahidin Syarifuddin