Bawaslu Pasangkayu Gelar Jumat Sehati, Perkuat Nilai Ibadah dan Amanah dalam Tugas Pengawasan
|
Pasangkayu, Jumat, 28 Agustus 2026 — Di tengah kesibukan menjalankan tugas dan tanggung jawab pengawasan pemilu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pasangkayu terus menanamkan nilai-nilai spiritual sebagai bagian penting dalam membangun integritas dan keteladanan jajaran. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Jumat Sehati yang diisi dengan tausiah pembinaan rohani, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Halaman Kantor Bawaslu Kabupaten Pasangkayu dan diikuti secara Zoom Meeting tersebut dihadiri Anggota Bawaslu Kabupaten Pasangkayu, Moh. Fajar Purnomo, selaku Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HP2H). Turut hadir Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pasangkayu, Sarwan, S.E., bersama jajaran staf PNS dan PPNPN Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pasangkayu.
Dalam tausiah yang disampaikan Ustadz Ahmad, jajaran Bawaslu Pasangkayu diajak untuk kembali mengingat bahwa setiap amal dan perbuatan manusia memiliki konsekuensi di hadapan Allah SWT. Ia mengingatkan agar setiap insan tidak lengah terhadap amal yang dilakukan, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja, karena seluruhnya akan menjadi bagian dari catatan kehidupan yang kelak dipertanggungjawabkan.
“Tidak kah kita khawatir amal yang sengaja maupun tidak sengaja kita lakukan itu akan ditimbang oleh Allah SWT,” pesan Ustadz Ahmad dalam tausiyahnya.
Menurutnya, kehidupan dunia pada hakikatnya merupakan ruang ujian bagi manusia. Karena itu, menjaga kewajiban agama, khususnya salat lima waktu, menjadi salah satu bentuk konsistensi seorang muslim dalam menjalankan tanggung jawabnya kepada Allah SWT.
Ustadz Ahmad menekankan bahwa salat lima waktu bukanlah sesuatu yang berat apabila dijaga dengan konsisten. Yang terpenting bukan hanya melaksanakan salat, tetapi juga berupaya menjaga kualitas ibadah tersebut agar tidak dirusak oleh perilaku dan perbuatan setelahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap manusia akan berhadapan dengan catatan amalnya di kemudian hari. Catatan tersebut akan memperlihatkan amal baik maupun amal buruk yang telah dilakukan selama hidup.
Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan pentingnya menjaga hubungan manusia dengan Allah SWT sekaligus menjaga hubungan dengan sesama manusia. Seberapa baik hubungan seorang manusia dengan Allah dan bagaimana ia memperlakukan orang lain menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi yang berakhlak.
Selain menekankan konsistensi ibadah, Ustadz Ahmad turut mengajak jajaran untuk memperhatikan adab dan kesucian diri dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan menjaga wudhu serta memperhatikan batasan-batasan dan adab yang berkaitan dengan kesucian, ucapan, maupun interaksi dengan sesama.
“Menjaga wudhu bukan hanya persoalan kesucian secara lahiriah, tetapi juga menjadi pengingat agar kita senantiasa menjaga ucapan, sikap dan perilaku,” menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan dalam tausiah tersebut.
Lebih jauh, jajaran Bawaslu Pasangkayu juga diajak untuk senantiasa menjaga akhlak, menghormati keluarga, serta membangun hubungan yang baik dengan sesama. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk diterapkan dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan tugas sebagai bagian dari lembaga penyelenggara pengawasan pemilu.
Kegiatan Jumat Sehati ini menjadi momentum bagi jajaran Bawaslu Kabupaten Pasangkayu untuk tidak hanya memperkuat kebersamaan, tetapi juga melakukan refleksi spiritual di tengah pelaksanaan tugas kelembagaan.
Penulis/Editor: Muhammad Mujahidin Syarifuddin
Dokumentasi: Muhammad Mujahidin Syarifuddin