Bawaslu Pasangkayu Gelar Rapat Internal Bahas Teknis Persiapan Penguatan Kelembagaan dan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P)
|
Pasangkayu, Rabu 15 Oktober 2025 — Dalam upaya memperkuat sinergi kelembagaan dan mempersiapkan pelaksanaan kegiatan Penguatan Kelembagaan yang dijadwalkan pada 21 Oktober 2025 mendatang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pasangkayu melaksanakan rapat internal di ruang rapat Kantor Bawaslu Pasangkayu. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Koordinator Sekretariat Bawaslu Pasangkayu, Sarwan, S.E., dan dihadiri oleh Ketua Bawaslu Pasangkayu Harlywood Suly Junior, Anggota Bawaslu Moh. Fajar Purnomo selaku Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas, dan Humas, serta Anggota Bawaslu Darmawan, S.H. selaku Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa. Turut hadir seluruh staf sekretariat, baik PNS, PPNPNS, maupun CPNS.
Fokus Rapat: Penguatan Kelembagaan dan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P)
Dalam arahannya, Sarwan menegaskan pentingnya peran seluruh jajaran sekretariat untuk memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan penguatan kelembagaan.
“Kegiatan ini membutuhkan atensi dan dukungan maksimal dari seluruh staf sekretariat. Kita harus bekerja dengan semangat kebersamaan agar pelaksanaan kegiatan nanti berjalan optimal,” ujar Sarwan.
Selain membahas teknis kegiatan, rapat ini juga menyoroti Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) yang menjadi program strategis Bawaslu RI.
Moh. Fajar Purnomo menjelaskan bahwa Bawaslu RI melalui Bawaslu Provinsi menugaskan setiap kabupaten untuk mengembangkan program inovatif di wilayah masing-masing, termasuk menunjuk satu desa sebagai desa percontohan pengawasan partisipatif.
“Sebelum menunjuk desa percontohan, perlu koordinasi dengan Camat dan Kepala Desa. Kami juga sudah menugaskan saudara Muhammad Rizal sebagai admin dalam kegiatan P2P,” jelas Fajar.
Ia juga menambahkan, bahwa Bawaslu Pasangkayu telah memiliki program inovatif seperti “Ngopi (Ngobrol Pemilu)”, yang dapat melibatkan pihak luar sebagai narasumber untuk memperkuat literasi demokrasi masyarakat.
Darmawan Tekankan Tindak Lanjut dan Konsistensi
Sementara itu, Darmawan, S.H. menekankan pentingnya tindak lanjut nyata terhadap hasil rapat serta konsistensi pelaksanaan tugas, terutama dalam pembuatan video sepekan yang menjadi bagian dari agenda komunikasi publik Bawaslu Pasangkayu.
“Apa yang kita sepakati dalam rapat ini harus menjadi roh semangat kerja kita. Tugas yang sudah diberikan harus dilaksanakan dengan tanggung jawab dan adaptif terhadap arahan,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa laporan Gakkumdu Awards dan Jurnal Bawaslu telah dikirim ke Bawaslu Provinsi dan berharap tidak ada revisi. Selain itu, ia mengingatkan kembali pentingnya semangat kebersamaan antarjajaran melalui dana taktis yang dikumpulkan secara sukarela.
“Kita di lembaga ini bersaudara. Mari saling membantu karena ini tanggung jawab dunia dan akhirat,” tuturnya penuh makna.
Harlywood Dorong Inovasi dan Sinergi Desa Pengawasan
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu Pasangkayu Harlywood Suly Junior mengapresiasi inisiatif jajaran sekretariat dan menyampaikan saran agar Desa Pakava dijadikan sebagai desa percontohan pengawasan partisipatif, dengan pertimbangan potensi kerawanan politik dan geografisnya.
“Desa Pakava rawan money politics dan berbatasan langsung dengan Sulawesi Tengah. Ini menjadi tantangan dalam pengawasan pemilih pindah domisili. Oleh karena itu, desa ini tepat untuk dijadikan percontohan,” jelasnya.
Harlywood juga menekankan pentingnya koordinasi dengan pemerintah kecamatan, kepala desa, dan bahkan Bupati, sebelum penetapan desa percontohan dilakukan.
Ia turut mendorong pengembangan inovasi “Ngopi Pemilu” dengan menambahkan unsur perpustakaan mini agar masyarakat tidak hanya berdiskusi, tetapi juga mendapatkan wawasan dari bahan bacaan pemilu.
“Ke depan, setiap kegiatan ‘Ngopi Pemilu’ akan dilengkapi dengan spanduk dan buku bacaan terkait pengawasan. Jadi masyarakat bisa ngobrol sekaligus belajar,” ujar Harlywood dengan optimis.
Persiapan Teknis dan Laporan Pasca Kegiatan
Menutup rapat, Harlywood menegaskan bahwa seluruh persiapan teknis, mulai dari undangan, sarana prasarana, hingga pembagian tugas petugas kegiatan harus siap paling lambat Senin, 20 Oktober 2025.
“Semua harus siap dan matang. Hasil kegiatan penguatan kelembagaan nantinya akan dilaporkan ke Bawaslu RI, sehingga seluruh catatan notulensi harus disusun secara cermat dan teliti,” tandasnya.
Ia juga merinci penugasan teknis bagi staf dalam kegiatan penguatan kelembagaan, meliputi penjemputan narasumber, dokumentasi, perlengkapan, moderator, hingga pengaturan tamu dan parkir.
Rapat internal ini menjadi bukti nyata komitmen Bawaslu Pasangkayu dalam membangun sinergi internal yang kuat, mengedepankan transparansi, dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu. Melalui langkah-langkah strategis dan inovatif seperti desa pengawasan partisipatif dan program Ngopi Pemilu, Bawaslu Pasangkayu terus bertransformasi menjadi lembaga pengawas yang tangguh, kolaboratif, dan berdaya guna untuk demokrasi yang lebih baik.
Penulis: Muhammad Mujahidin Syarifuddin
Editor: Muhammad Mujahidin Syarifuddin