Jumat Sehati Bawaslu Pasangkayu: Menanamkan Nilai Takwa, Memperkokoh Keluarga, Menguatkan Integritas
|
Pasangkayu, 17 Juli 2026 – Komitmen Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pasangkayu dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan akhlak yang mulia, kembali diwujudkan melalui Kegiatan Tausiah Jumat Sehati yang dilaksanakan pada Jumat (17/7/2026) secara daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Pasangkayu, Darmawan, S.H., bersama Koordinator Sekretariat, Sarwan, S.E., serta diikuti oleh seluruh jajaran PNS, PPPK, dan PPNPN Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pasangkayu. Tausiah kali ini disampaikan oleh Ustadz Ahmad, yang memberikan siraman rohani penuh makna tentang pentingnya mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat.
Dalam tausiahnya, Ustadz Ahmad mengajak seluruh peserta untuk merenungkan hakikat kehidupan dunia yang bersifat sementara. Beliau mengingatkan bahwa setiap manusia pada akhirnya akan menuju kehidupan yang kekal, sehingga bekal yang paling utama bukanlah harta maupun jabatan, melainkan ketakwaan kepada Allah SWT.
"Mari kita persiapkan diri menuju alam yang kekal. Sebaik-baiknya bekal adalah bekal takwa. Dunia hanyalah tempat singgah, sedangkan akhirat adalah tempat kembali yang sesungguhnya," tutur Ustadz Ahmad.
Lebih lanjut, beliau mengutip firman Allah SWT mengenai perintah menjaga diri dan keluarga dari api neraka (Quu Anfusakum Wa Ahlikum Naara). Ustadz Ahmad menjelaskan bahwa menjaga diri berarti senantiasa menaati Allah SWT, menjalankan seluruh perintah-Nya, serta menjauhi segala bentuk maksiat dan larangan-Nya. Tanggung jawab tersebut tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi juga harus diwujudkan dalam membimbing istri, anak, dan keluarga dengan pendidikan agama, penanaman akidah, serta pembiasaan akhlak yang baik agar seluruh anggota keluarga memperoleh keselamatan di dunia maupun akhirat.
Beliau juga memberikan pesan yang sangat menyentuh mengenai pentingnya menjaga salat. Ustadz Ahmad mengingatkan agar tidak menunda-nunda pelaksanaan salat serta mengajak keluarga, anak-anak, kerabat, dan orang-orang di sekitar untuk senantiasa menjaga kewajiban tersebut sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
"Jangan menunda salat. Jadilah pribadi yang bukan hanya menjaga ibadah sendiri, tetapi juga mengajak keluarga dan orang-orang di sekitar kita untuk mendirikan salat. Itulah bentuk kasih sayang yang sesungguhnya kepada mereka," pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Ustadz Ahmad turut mengisahkan keteladanan Sayyidina Umar bin Khattab RA yang senantiasa memikirkan amanah besar yang dipikulnya sebagai khalifah. Beliau menyampaikan bahwa seorang pemimpin tidak hanya memikirkan tanggung jawab dirinya sendiri, tetapi juga memikirkan generasi yang akan melanjutkan amanah tersebut. Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan anak-anaknya dengan bekal iman, ilmu agama, dan akhlak mulia.
Beliau menegaskan bahwa kelak di akhirat, anak-anak akan mempertanyakan pendidikan dan pembinaan yang mereka terima selama hidup di dunia apabila orang tua lalai dalam menjalankan amanah tersebut. Oleh karena itu, setiap orang tua harus memanfaatkan waktu yang masih diberikan Allah SWT untuk mendidik dan membimbing keluarga menuju jalan yang diridhai-Nya.
Mengakhiri tausiahnya, Ustadz Ahmad kembali mengajak seluruh keluarga besar Bawaslu Kabupaten Pasangkayu agar menjadikan pendidikan akidah sebagai prioritas utama dalam membangun keluarga yang sakinah dan berkarakter.
"Mari kita sama-sama mempersiapkan pendidikan akidah serta memperhatikan urusan anak dan keluarga kita selama masih diberikan kesempatan hidup di dunia. Karena merekalah amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT," tutupnya.
Melalui kegiatan Jumat Sehati, Bawaslu Kabupaten Pasangkayu berharap nilai-nilai spiritual yang disampaikan dalam tausiah dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat integritas, serta membangun keluarga yang berlandaskan iman dan takwa. Dengan keseimbangan antara profesionalisme dalam menjalankan tugas kelembagaan dan penguatan nilai-nilai keagamaan, diharapkan seluruh insan Bawaslu mampu menjalankan amanah pengawasan pemilu secara berintegritas, bertanggung jawab, dan membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Penulis/Editor: Muhammad Mujahidin Syarifuddin
Dokumentasi: Baharuddin