Lompat ke isi utama

Berita

Jumat Sehati Bawaslu Pasangkayu: Meneladani Akhlak Rasulullah, Menguatkan Integritas dan Kebersamaan dalam Mengawal Demokrasi

FOTO UTAMA

Pasangkayu, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Pasangkayu – Upaya membangun sumber daya manusia yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki kekuatan moral dan spiritual terus dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Pasangkayu. Salah satunya melalui pelaksanaan kegiatan Jumat Sehati (Sehat Jasmani dan Hati) yang rutin digelar sebagai wadah pembinaan mental dan rohani bagi seluruh jajaran sekretariat.

Pada Jumat (26/6/2026), kegiatan Jumat Sehati kembali dilaksanakan dengan menghadirkan Ustadz Ahmad sebagai penceramah. Tausiah pembinaan rohani tersebut berlangsung dengan penuh khidmat di Ruang Rapat Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pasangkayu dan diikuti oleh seluruh jajaran melalui media Zoom Meeting, mulai dari unsur PNS hingga PPNPN.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Bawaslu Pasangkayu dalam membangun keseimbangan antara profesionalisme kerja dan ketenangan batin, sehingga setiap insan pengawas pemilu mampu menjalankan amanah dengan hati yang bersih, jiwa yang kokoh, dan integritas yang senantiasa terjaga.

Dalam tausiahnya, Ustadz Ahmad mengajak seluruh peserta untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW sebagai pedoman utama dalam menjalani kehidupan, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam mengemban tugas sebagai pelayan publik dan pengawas demokrasi.

“Mari kita menjadi umat yang benar-benar dicintai Rasulullah, bukan hanya sekadar mengaku sebagai pengikutnya. Umat yang dirindukan beliau adalah mereka yang menjaga lisan, menepati janji, dan tidak memecah belah persaudaraan,” tutur Ustadz Ahmad di hadapan seluruh peserta.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa integritas sejatinya tidak hanya dibangun melalui aturan dan sistem, tetapi juga melalui pembinaan akhlak, kejujuran, dan komitmen untuk selalu berbuat kebaikan dalam setiap aspek kehidupan.

Ustadz Ahmad juga menekankan pentingnya menjaga ucapan, niat, dan pandangan, serta senantiasa saling menasihati dalam kebaikan. Menurutnya, nilai-nilai tersebut merupakan fondasi utama dalam membangun lingkungan kerja yang harmonis, profesional, dan penuh keberkahan.

Terlebih bagi insan Bawaslu yang mengemban amanah besar dalam menjaga kualitas demokrasi, akhlak yang baik dan integritas moral menjadi modal utama dalam melaksanakan tugas pengawasan secara objektif, adil, dan bertanggung jawab.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Ahmad turut mengingatkan pentingnya ketakwaan dengan mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ali Imran ayat 102:

"Yā ayyuhallażīna āmanuttaqullāha ḥaqqa tuqātihī wa lā tamūtunna illā wa antum muslimūn."
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.”
(QS. Ali Imran: 102)

Menurutnya, ayat tersebut mengandung pesan mendalam agar setiap manusia senantiasa menjaga keimanan, memperbaiki diri, dan mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat.

“Kematian adalah hal yang paling dekat dengan kita. Karena itu, di mana pun kita berada, marilah selalu mengingat kematian dan memperbaiki diri agar setiap amanah yang kita jalankan bernilai ibadah di sisi Allah SWT,” tambahnya.

Selain pembinaan spiritual, tausiah tersebut juga menyoroti pentingnya menjaga kebersamaan dan persaudaraan di lingkungan kerja. Ustadz Ahmad mengibaratkan keluarga besar Bawaslu Pasangkayu sebagai satu tubuh yang harus saling menguatkan dan peduli satu sama lain.

“Jika salah satu merasakan sakit, maka yang lain pun ikut merasakan. Mari kita saling mengingatkan, saling memperbaiki, dan saling menolong dalam kebaikan agar kebersamaan yang kita bangun menjadi kekuatan dalam menjalankan amanah,” pesannya dengan penuh kehangatan.

Suasana penuh kekeluargaan dan kekhidmatan yang tercipta dalam kegiatan Jumat Sehati menjadi bukti bahwa penguatan spiritual merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan sumber daya manusia di lingkungan Bawaslu Kabupaten Pasangkayu.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Pasangkayu tidak hanya berupaya menjaga kesehatan jasmani para pegawainya, tetapi juga memperkuat ketenangan hati, kejernihan berpikir, serta integritas moral yang menjadi fondasi utama dalam melaksanakan tugas pengawasan pemilu.

Sejalan dengan nilai-nilai BerAKHLAK, kegiatan Jumat Sehati menjadi implementasi nyata dari sikap berintegritas, harmonis, loyal, dan berorientasi pada pelayanan, yang terus ditanamkan kepada seluruh jajaran sebagai budaya kerja organisasi.

Dengan hati yang bersih, akhlak yang mulia, dan kebersamaan yang kokoh, Bawaslu Kabupaten Pasangkayu berkomitmen untuk terus melahirkan insan pengawas pemilu yang profesional, berintegritas, serta mampu mengawal demokrasi dengan penuh tanggung jawab dan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil alamin.

Penulis: Muhammad Mujahidin Syarifuddin
Editor: Muhammad Mujahidin Syarifuddin