Lompat ke isi utama

Berita

Jumat Sehati Bawaslu Pasangkayu: Menguatkan Integritas, Meneguhkan Kebersamaan dalam Mengawal Demokrasi

FOTO UTAMA

Pasangkayu – Komitmen membangun sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan berlandaskan nilai-nilai spiritual terus diperkuat oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pasangkayu. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan Jumat Sehati (Sehat Jasmani dan Hati) yang secara rutin menjadi ruang pembinaan mental, spiritual, sekaligus penguatan karakter bagi seluruh jajaran sekretariat.

Pada Jumat (10/7/2026), kegiatan Jumat Sehati kembali dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting dan dipusatkan di Ruang Rapat Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pasangkayu. Seluruh jajaran sekretariat, mulai dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN), mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan kekhidmatan.

Menghadirkan Ustadz Ahmad sebagai penceramah, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana memperdalam pemahaman keagamaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai-nilai integritas, kebersamaan, dan tanggung jawab moral sebagai insan pengawas pemilu. Di tengah tuntutan tugas pengawasan yang semakin kompleks, pembinaan spiritual dinilai menjadi pondasi penting dalam menjaga kualitas sumber daya manusia yang berkarakter dan berakhlak mulia.

Dalam tausiahnya, Ustadz Ahmad mengajak seluruh peserta untuk menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman utama dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, baik sebagai pribadi, anggota keluarga, maupun sebagai aparatur negara yang mengemban amanah menjaga kualitas demokrasi.

"Mari kita menjadi umat yang benar-benar dicintai Rasulullah SAW, bukan hanya mengaku sebagai pengikutnya. Umat yang dirindukan beliau adalah mereka yang menjaga lisan, menepati janji, amanah, serta tidak menjadi penyebab perpecahan di tengah masyarakat," tutur Ustadz Ahmad.

Pesan tersebut menjadi refleksi bahwa integritas sejati tidak hanya dibangun melalui regulasi, tata kelola organisasi, maupun sistem pengawasan yang baik, tetapi juga berakar dari kejujuran hati, kemuliaan akhlak, dan komitmen untuk selalu berbuat kebaikan dalam setiap aktivitas. Nilai-nilai inilah yang menjadi modal utama bagi setiap insan Bawaslu dalam menjalankan tugas secara profesional, independen, objektif, dan bertanggung jawab.

Lebih lanjut, Ustadz Ahmad mengingatkan pentingnya menjaga ucapan, niat, dan pandangan, serta membiasakan diri untuk saling menasihati dalam kebaikan. Menurutnya, lingkungan kerja yang harmonis lahir dari hati yang bersih, komunikasi yang santun, serta semangat saling mendukung dalam menjalankan amanah.

Sebagai lembaga yang memiliki mandat strategis dalam mengawal demokrasi, Bawaslu memerlukan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga kokoh secara moral. Oleh karena itu, pembinaan rohani menjadi bagian penting dalam membangun budaya kerja yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan publik.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Ahmad juga mengajak seluruh peserta untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan mengutip firman-Nya dalam Surah Ali Imran ayat 102:

"Yā ayyuhallażīna āmanuttaqullāha ḥaqqa tuqātihī wa lā tamūtunna illā wa antum muslimūn."

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim."
(QS. Ali Imran: 102)

Menurutnya, ayat tersebut mengandung pesan mendalam agar setiap manusia senantiasa memperkuat keimanan, memperbaiki diri, dan mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat di tengah berbagai aktivitas dan tanggung jawab dunia.

"Kematian adalah sesuatu yang paling dekat dengan kita. Karena itu, marilah kita selalu mengingat kematian sebagai pengingat untuk terus memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, dan memastikan setiap amanah yang kita emban menjadi ladang ibadah di sisi Allah SWT," ujarnya.

Tidak hanya menitikberatkan pada hubungan manusia dengan Sang Pencipta, tausiah tersebut juga menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dan kebersamaan di lingkungan kerja. Ustadz Ahmad mengibaratkan keluarga besar Bawaslu Kabupaten Pasangkayu sebagai satu tubuh yang saling menguatkan, saling melengkapi, dan saling peduli.

"Jika satu bagian merasakan sakit, maka bagian yang lain pun ikut merasakannya. Mari kita terus menjaga ukhuwah, saling mengingatkan dalam kebaikan, saling menolong, dan memperkuat kebersamaan agar organisasi ini menjadi tempat yang penuh keberkahan serta mampu melahirkan pelayanan terbaik kepada masyarakat," pesannya.

Suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat makna yang tercipta sepanjang kegiatan menunjukkan bahwa pembinaan spiritual memiliki peran strategis dalam membangun karakter aparatur yang tangguh, berintegritas, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi berbagai tantangan penyelenggaraan demokrasi yang terus berkembang.

Melalui pelaksanaan Jumat Sehati, Bawaslu Kabupaten Pasangkayu menegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari capaian kinerja semata, tetapi juga dari kualitas karakter, moral, dan integritas seluruh sumber daya manusianya. Dengan hati yang bersih, pikiran yang jernih, serta semangat kebersamaan yang terus terpelihara, setiap insan Bawaslu diharapkan mampu menjalankan amanah pengawasan pemilu secara profesional, adil, transparan, dan penuh tanggung jawab.

Kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi nyata penguatan budaya kerja BerAKHLAK, khususnya nilai Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif, yang terus ditanamkan sebagai fondasi dalam membangun organisasi yang semakin profesional, dipercaya publik, serta mampu mengawal demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat.

Penulis: Muhammad Mujahidin Syarifuddin
Editor: Muhammad Mujahidin Syarifuddin
 

1