Lompat ke isi utama

Berita

Penuh Khidmat! Jajaran Bawaslu Pasangkayu Perdengarkan Lagu Indonesia Raya di Lingkungan Sekretariat

foto utama

Pasangkayu - Dalam upaya menumbuhkan dan merawat semangat nasionalisme di lingkungan kerja, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pasangkayu secara konsisten memutar lagu kebangsaan Indonesia Raya  setiap hari tepat pukul 10.00 Wita. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen Bawaslu Pasangkayu dalam mengawal demokrasi, sekaligus bentuk implementasi nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Pimpinan, Koorsek dan Seluruh staf di jajaran sekretariat berdiri tegap menghormati lagu yang diputar di Ruang Rapat Kantor. Kegiatan ini bukan hanya rutinitas seremonial, tetapi juga menjadi pengingat nilai-nilai luhur yang mendasari pengawasan demokrasi.

Kebijakan ini juga sejalan dengan Surat Edaran Bawaslu RI Nomor 30 Tahun 2025 Tentang Memperdengarkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Dan Mars Badan Pengawas Pemilihan Umum Di Lingkungan Bawaslu, Bawaslu/Panwaslih Provinsi, Dan Bawaslu/Panwaslih Kabupaten/Kota. Bawaslu Pasangkayu menjadi salah satu lembaga yang aktif menjalankan imbauan tersebut secara konsisten.

Lebih lanjut, Surat Edaran tersebut turut mengatur tata cara pelaksanaan, di mana setiap individu yang mendengar atau menyanyikan lagu Indonesia Raya wajib berdiri tegak dengan sikap hormat. Ini merupakan bentuk penghormatan terhadap simbol negara yang menjadi identitas dan jati diri bangsa Indonesia.

Anggota Bawaslu Pasangkayu, Moh. Fajar Purnomo, menegaskan bahwa aksi ini menjadi implementasi Bagian dari banyak cara untuk meningkatkan rasa Nasionalisme yang bertujuan meningkatkan Rasa Cinta Tanah Air di lingkungan kerja.

Menurut Fajar, memperdengarkan lagu kebangsaan bukan sekadar formalitas atau pelengkap seremoni, namun merupakan salah satu bagian dari banyak cara untuk menguatkan identitas kebangsaan dan menyemai semangat nasionalisme di tengah masyarakat.

“Memperdengarkan Lagu Indonesia Raya adalah wujud nyata komitmen kita terhadap bangsa. Ini bukan sekadar lagu, tapi simbol persatuan, pengingat sejarah perjuangan, dan pemantik rasa bangga menjadi anak bangsa. Ini adalah salah satu bentuk kecil namun bermakna untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air,” ujar Fajar dengan penuh semangat.

"Kami ingin menunjukkan bahwa mengawal demokrasi dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menanamkan rasa cinta tanah air di lingkungan kerja,” ujarnya pada Jumat (1/8/2025).

Suasana kekeluargaan dan semangat kebersamaan juga tampak dalam kegiatan ini. Seluruh staf mengikuti dengan khidmat dan penuh semangat, menjadikan momen pagi hari sebagai penguat nilai-nilai kolektif dalam bekerja.

Penulis: Muhammad Mujahidin Syarifuddin
Editor: Muhammad Mujahidin Syarifuddin

1
2