Lompat ke isi utama

Berita

Rapat Pleno Rutin Bawaslu Pasangkayu Perkuat Konsolidasi Internal, Pengawasan, dan Strategi Kehumasan

UTAMA

Pasangkayu, 19 Agustus 2026 – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pasangkayu terus memperkuat konsolidasi internal sebagai bagian dari upaya memastikan setiap agenda kelembagaan berjalan terarah, solid, dan memberikan dampak nyata bagi penguatan pengawasan pemilu. Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui Rapat Pleno Rutin Internal yang dilaksanakan setiap hari Rabu di Ruang Rapat Kantor Bawaslu Kabupaten Pasangkayu, Rabu (19/8/2026).

Rapat pleno menjadi ruang strategis bagi jajaran Bawaslu Kabupaten Pasangkayu untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan, menyusun agenda kerja, memperkuat koordinasi antar-divisi, sekaligus memastikan kesiapan jajaran dalam menghadapi berbagai agenda kelembagaan yang telah dijadwalkan.

Rapat tersebut dipimpin oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Pasangkayu, Moh. Fajar Purnomo selaku Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HP2H), serta Darmawan, S.H. selaku Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (PPPS). Kegiatan turut diikuti Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pasangkayu, Sarwan, S.E., bersama jajaran staf PNS, PPNPN, dan staf sekretariat Bawaslu Kabupaten Pasangkayu.

Persiapan Uji Petik dan Konsolidasi Demokrasi

Dalam pembahasan agenda kerja, Darmawan, S.H. menekankan pentingnya kesiapan teknis jajaran dalam menghadapi agenda Uji Petik dan Konsolidasi Demokrasi yang akan dilaksanakan pada Kamis (20/8/2026).

Darmawan menyampaikan bahwa untuk mendukung kelancaran mobilitas selama kegiatan, dirinya siap membantu fasilitas kendaraan apabila agenda masih berada di wilayah dalam kota Pasangkayu.

“Untuk agenda besok, Uji Petik dan Konsolidasi Demokrasi, Insya Allah bisa menggunakan kendaraan pribadi saya, selama masih dalam wilayah Kota Pasangkayu,” ujarnya.

Selain aspek mobilitas, Darmawan juga meminta jajaran yang terlibat dalam pengawasan dan penanganan pelanggaran untuk mempersiapkan berbagai alat peraga sosialisasi, seperti pamflet, stiker, dan spanduk. Menurutnya, perangkat tersebut perlu dibawa saat pelaksanaan Konsolidasi Demokrasi agar kegiatan tidak hanya menjadi ruang pertemuan, tetapi juga menjadi momentum menyampaikan informasi dan edukasi kepemiluan kepada masyarakat.

“Teman-teman di divisi pengawasan dan penanganan pelanggaran bisa menyiapkan alat peraganya, seperti pamflet, stiker, dan spanduk, agar dapat dibawa besok saat pelaksanaan Konsolidasi Demokrasi,” jelasnya.

Apresiasi untuk Partisipasi Jajaran

Dalam kesempatan tersebut, Darmawan turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh staf yang telah berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan kelembagaan, khususnya rangkaian HUT Bawaslu Kabupaten/Kota ke-8 dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurutnya, keterlibatan seluruh jajaran menjadi bagian penting dalam membangun kekompakan sekaligus menunjukkan bahwa keberhasilan setiap kegiatan lembaga merupakan hasil kerja bersama.

Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Moh. Fajar Purnomo. Ia menilai partisipasi aktif staf dalam sejumlah kegiatan terakhir menunjukkan adanya semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap agenda kelembagaan.

“Partisipasi teman-teman dalam beberapa kegiatan terakhir, termasuk HUT Bawaslu Kabupaten/Kota dan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, patut kita apresiasi,” ungkap Fajar.

Perkuat Kehumasan dan Engagement Media Sosial

Pembahasan rapat pleno juga memberikan perhatian khusus terhadap penguatan kehumasan dan komunikasi digital Bawaslu Kabupaten Pasangkayu.

Darmawan menyoroti pentingnya dukungan internal terhadap konten-konten yang telah diproduksi dan dipublikasikan oleh jajaran kehumasan. Ia menyampaikan bahwa saat melihat salah satu unggahan terbaru Instagram Bawaslu Kabupaten Pasangkayu, jumlah interaksi berupa tanda suka masih relatif rendah dibandingkan jumlah staf yang ada.

“Pagi tadi saya membuka profil Instagram Bawaslu Pasangkayu. Di postingan terbaru kita hanya ada delapan orang yang memberikan like, padahal staf kita saja ada sekitar 28 orang. Saya rasa ke depan setiap staf perlu memberikan dukungan terhadap postingan di media sosial Bawaslu,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan sederhana dari internal lembaga dapat membantu meningkatkan engagement sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap kerja-kerja kehumasan yang telah memproduksi berita, informasi, dan konten edukasi digital.

Sementara itu, Moh. Fajar Purnomo mendorong agar produksi konten kehumasan dilakukan secara lebih konsisten. Salah satu yang menjadi perhatian adalah program “Bawaslu Sepekan” yang diharapkan dapat hadir secara rutin dengan karakter visual yang kuat dan identitas khas Pasangkayu.

Fajar mengusulkan agar konten tersebut tidak hanya menyampaikan informasi kelembagaan, tetapi juga mengangkat ciri khas daerah, seperti Tugu Smart Pasangkayu dan Masjid Terapung, sehingga identitas lokal dapat menjadi bagian dari strategi komunikasi digital Bawaslu Pasangkayu.

“Saya sebenarnya berharap video Bawaslu Sepekan bisa rutin dibuat dan memiliki ciri khas Pasangkayu, misalnya dengan menampilkan Tugu Smart atau Masjid Terapung,” tutur Fajar.

Persiapan Bawaslu Membelajarkan Vol. II

Agenda Bawaslu Membelajarkan Vol. II juga menjadi salah satu pembahasan penting dalam rapat. Fajar mengingatkan bahwa waktu pelaksanaan semakin dekat sehingga proses produksi video perlu segera ditentukan.

“Waktunya sekitar dua minggu lagi. Mari segera kita tentukan waktu pengambilan videonya agar kita masih mempunyai waktu untuk mengevaluasi hasil video sebelum batas waktu,” kata Fajar.

Hal tersebut kembali ditegaskan oleh Sarwan, S.E. yang menyampaikan bahwa progres Bawaslu Membelajarkan Vol. II harus menjadi perhatian bersama, mengingat batas waktu pelaksanaan ditargetkan pada 3 September 2026.

Menurut Sarwan, koordinasi sejak awal penting dilakukan agar setiap tahapan produksi dapat berjalan sesuai jadwal dan hasil akhirnya dapat dipersiapkan secara optimal.

Konsistensi Uji Petik dan Menjaga Marwah Lembaga

Dalam pembahasan agenda Uji Petik, Fajar mengimbau seluruh staf untuk tetap melaksanakan agenda rutin setiap Kamis sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Ia menekankan bahwa konsistensi dalam menjalankan agenda rutin merupakan bagian dari kedisiplinan kelembagaan dan memastikan setiap kegiatan pengawasan tetap berjalan meskipun terdapat agenda lain yang berlangsung secara bersamaan.

Terkait pelaksanaan Konsolidasi Demokrasi, Fajar juga menekankan pentingnya menjaga marwah dan citra kelembagaan. Ia menyampaikan bahwa jajaran perlu menunggu Ketua Bawaslu Kabupaten Pasangkayu dapat bergabung sebelum kegiatan dilaksanakan, termasuk mempertimbangkan kesiapan kendaraan dinas sebagai bagian dari representasi kelembagaan di ruang publik.

“Untuk Konsolidasi Demokrasi, kita menunggu Pak Ketua sampai bisa bergabung terlebih dahulu karena ini menyangkut marwah lembaga. Kita juga perlu memastikan kendaraan dinas tersedia agar citra lembaga di publik tetap baik,” jelasnya.

Olahraga sebagai Ruang Kebersamaan dan Sosialisasi

Tak hanya membahas agenda formal kelembagaan, Fajar juga mengajak seluruh staf untuk menjaga kebugaran melalui kegiatan olahraga bersama pada sore hari.

Menurutnya, olahraga tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan dan kebugaran, tetapi juga dapat menjadi ruang membangun komunikasi, mempererat kekompakan, sekaligus membuka peluang sosialisasi kepada masyarakat.

“Saya mengimbau teman-teman staf untuk mau ikut berolahraga setiap sore. Selain menjaga kesehatan, kegiatan ini juga bisa menjadi ajang sosialisasi,” ujarnya.

Dorong Kinerja Kehumasan dan Evaluasi Kehadiran

Sementara itu, Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pasangkayu, Sarwan, S.E., menekankan perlunya peningkatan kerja-kerja kehumasan secara berkelanjutan. Menurutnya, penguatan publikasi dan komunikasi kelembagaan perlu dilakukan secara konsisten sebagai bagian dari upaya meningkatkan capaian dan apresiasi pada semester II tahun 2026.

Sarwan juga menyampaikan pentingnya melakukan evaluasi terhadap rekapitulasi absensi staf dalam berbagai kegiatan lembaga. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan monitoring untuk melihat tingkat partisipasi dan keterlibatan jajaran dalam setiap agenda kelembagaan.

“Kerja-kerja kehumasan perlu terus kita tingkatkan agar pada semester II tahun 2026 kita dapat meraih apresiasi yang lebih baik. Selain itu, rekap absensi staf pada setiap kegiatan lembaga juga perlu dievaluasi,” ungkap Sarwan.

Penulis: Muhammad Resky Abyanto
Editor: Muhammad Mujahidin Syarifuddin