“Syukur Menghadirkan Nikmat yang Berlipat”: Bawaslu Pasangkayu Gelar Tausiah Jumat Sehati Penuh Makna Bersama Moh. Fajar Purnomo
|
Pasangkayu – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pasangkayu kembali menggelar kegiatan rutin Jumat Sehati dengan mengusung tema pembinaan mental spiritual bertajuk “Syukur Menghadirkan Nikmat yang Berlipat”, Jumat (17/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretariat Bawaslu Pasangkayu ini dipimpin langsung oleh Anggota Bawaslu sekaligus Koordinator Sekretariat, Sarwan, S.E, serta dihadiri oleh Ketua Bawaslu Pasangkayu, Harlywood Suly Junior, dan Anggota Bawaslu, Darmawan, S.H, selaku Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa.
Tausiah kali ini disampaikan oleh Moh. Fajar Purnomo, Anggota Bawaslu Pasangkayu yang juga menjabat sebagai Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas, dan Humas. Dalam penyampaiannya, Fajar mengangkat nilai luhur dari firman Allah dalam Surat Ibrahim ayat 7, yang berbunyi:
“Barang siapa yang bersyukur, niscaya akan Aku tambahkan nikmat-Ku. Namun barang siapa yang kufur, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
Fajar menjelaskan bahwa rasa syukur adalah kunci utama dalam menjaga dan menambah nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.
“Nikmat Allah begitu banyak dan tak terhitung, mulai dari kesehatan, keluarga, rezeki, hingga ketenangan batin. Dengan bersyukur, kita bukan hanya menjaga nikmat yang sudah ada, tetapi juga mengundang tambahan nikmat dari Allah SWT,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fajar mengutip hadis Nabi Muhammad SAW: “Sampaikanlah walau hanya satu ayat”, yang menjadi pengingat bagi umat Islam untuk selalu menyebarkan kebaikan, sekecil apa pun bentuknya.
Ia juga mengingatkan pentingnya mendahulukan panggilan Allah SWT melalui shalat, dibanding kesibukan duniawi.
“Ketika pimpinan memanggil, kita segera datang. Namun ketika Allah memanggil lewat waktu shalat, sering kali kita menundanya dengan alasan kesibukan. Padahal, shalat adalah tiang agama yang menjadi pondasi utama kehidupan seorang muslim,” tutur Fajar, mengutip hadis riwayat Baihaqi.
Dalam tausiah tersebut, Fajar juga menekankan pentingnya menjalankan amal kebaikan seperti puasa, sedekah, dan dzikir. Ia mengingatkan agar tidak terlena oleh urusan dunia semata dan tetap istiqamah dalam beribadah, termasuk menjaga shalat sunnah seperti kebiasaan melaksanakan salat qabliyah Subuh yang lebih baik dari dunia dan seisinya.
Sebagai bentuk refleksi, Fajar turut berbagi kisah pribadi tentang perjalanan hidupnya sebelum menjadi bagian dari Bawaslu Pasangkayu.
“Saya pernah menjadi honorer dengan gaji seadanya dari dana BOS. Tapi dengan rasa syukur dan ketekunan, Allah tambahkan rahmat dan rezeki hingga saya bisa berada di posisi saya sekarang. Ini bukan riya, tapi bentuk pengingat bahwa syukur membuka pintu keberkahan,” ungkapnya dengan penuh ketulusan.
Ia menutup tausiah dengan mengutip Surat Al-Mujadalah ayat 11, yang menegaskan bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.
“Mari kita terus belajar, memperbarui diri, dan tidak malu bertanya kepada rekan kerja yang lebih paham, terutama dalam mengelola aplikasi dan sistem kerja. Karena ilmu adalah cahaya yang mengangkat derajat kita di dunia dan akhirat,” tutup Fajar.
Nilai Toleransi dan Kerukunan Lintas Iman
Di waktu yang bersamaan, Bawaslu Pasangkayu juga melaksanakan kegiatan siraman rohani bagi staf non-Muslim. Dua staf sekretariat, Febri Felma Bahihi dan Trivena, yang beragama Kristen Protestan, mengikuti pembinaan rohani di tempat yang sama bersama Penyuluh Agama Kristen Kabupaten Pasangkayu, Ibu Puji.
Kegiatan tersebut berlangsung dengan suasana penuh kehangatan dan reflektif. Dalam siramannya, Ibu Puji menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kasih, integritas, dan kejujuran dalam bekerja, serta selalu bersyukur dalam setiap keadaan.
Ia menegaskan bahwa rasa syukur dan ketulusan adalah nilai universal yang memperkuat iman dan semangat pengabdian.
Kegiatan lintas iman ini mencerminkan semangat toleransi, kebersamaan, dan saling menghargai yang senantiasa dijaga di lingkungan Bawaslu Pasangkayu.
Program Jumat Sehati bukan hanya menjadi wadah pembinaan spiritual, tetapi juga menjadi cermin solidaritas dan harmoni antarpegawai lintas agama dalam mewujudkan lembaga yang berintegritas dan humanis.
Penulis: Muhammad Mujahidin Syarifuddin
Editor: Muhammad Mujahidin Syarifuddin